Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memprediksi pergerakan transportasi pada puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah tahun 2022 bisa mencapai 500 ribu kendaraan.
“Prediksi kami tahun ini kenaikan pada semua sektor transportasi meningkat 47 persen,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sulteng Sisliandi di Palu, Selasa.
Menurut dia, lonjakan pemudik itu merujuk pada tahun sebelumnya, yang sempat mencapai 400 ribu pergerakan kendaraan. Padahal, jumlah itu terjadi di tengah pembatasan mudik dengan skema aglomerasi oleh Pemprov Sulteng.
Sebagaimana kebijakan Pemerintah Pusat masyarakat yang ingin bepergian berkumpul dengan keluarga di kampung sudah diperbolehkan seiring melandainya COVID-19.
Kelonggaran itu, lanjut dia, turut memberikan dampak positif terhadap angkutan transportasi, sekaligus ikut membantu memulihkan ekonomi nasional di tengah pandemi.
“Pemeriksaan kesehatan supir dilakukan masing-masing perusahaan, termasuk tes narkoba. Ini penting dilakukan karena menyangkut keselamatan penumpang,” ujar Sisliandi.
Selain itu, Dishub juga memprediksi arus mudik kendaraan roda dua tumbuh sekitar 70 persen, seiring dengan pergerakan kendaraan roda dua mencapai 304.910 unit, mobil minibus 96.800 unit, serta mobil bak terbuka 18.750 unit pada arus mudik 2021.
Menurut Dishub, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 29 April 2022, sedangkan arus balik akan berlangsung 7-8 Mei 2022.
“Beda dengan pulau Jawa dan Sumatera, di Sulteng pergerakan kendaraan mudik masih dominan sepeda motor, padahal angkutan umum milik swasta maupun pemerintah cukup memadai, tapi tetap saja masyarakat lebih memilih kendaraan roda dua bepergian,” kata Sisliandi. (Ant)





