Gubernur Sulteng Menyampaikan Capaian-capaian Pembangunan Selama Ia Menjabat

Palu – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola menyampaikan capaian-capaian pembangunan selama ia menjabat Gubernur Sulteng periode kedua yaitu selama 2016-2021.

Capaian tersebut tergambar dalam lima capaian indikator makro pembangunan Sulteng sepanjang tahun 2016 sampai 2020.

“Pertama, rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulteng sepanjang periode tahun 2016 sampai 2020 secara riil mencapai 10,27 persen. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen,” katanya saat menyampaikan capaian pembangunan Sulteng dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulteng ke 57 di halaman Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Selasa.

Bahkan,  pada tahun 2020 di tengah mewabahnya COVID-19, pertumbuhan ekonomi Sulteng masih dapat bertahan di kisaran positif, bukan negatif.

“Kedua, upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng untuk mengurangi kemiskinan masih terus diupayakan walaupun kita sempat Mengalami penurunan dari 14,2 persen pada tahun 2017 menjadi 13,69 persen pada tahun 2018,” ujarnya.

Akan tetapi, sampai saat ini Sulteng masih berkutat di atas rata-rata nasional dengan angka kemiskinan 13,65 persen.

“Ketiga, pemerataan pendapatan yang direfleksikan dengan indeks gini Provinsi Sulteng pada kurun waktu 2016 sampai 2021 sebesar 0,33 poin lebih rendah dari rata-rata koefisien gini nasional sebesar 0,309 poin,” ucapnya.

Longki menyatakan itu menandakan kesenjangan individu di provinsi tersebut lebih rendah daripada nasional dan sekaligus indikasikan semakin tingginya partisipasi masyarakat membangun daerahnya.

Keempat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng dari waktu ke waktu terus membaik yang ditunjukkan dengan meningkatnya komponen-komponen pembentuk IPM seperti kesehatan pendidikan dan pengeluaran perkapita.

“Akan tetapi kita masih harus berjuang lebih keras lagi untuk meningkatkannya karena saat ini IPM kita masih lebih rendah dibandingkan IPM nasional yang mencapai 71,25 poin,”tambahnya.

Kelima, dari segi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulteng selama kurun tahun 2016 sampai 2020 sebesar 3,48 persen.

“Lebih rendah daripada TPT nasional sebesar 5,76 persen,”terangnya. (Ant)