Sembilan Bus Sekolah di Kota Palu Mulai di Operasikan

Palu – Pemerintah Kota Palu mulai mengoperasikan sembilan unit armada bus sekolah untuk melayani antar-jemput siswa di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu sebagai upaya membantu warga dari sisi transportasi.

“Bus sekolah sudah diluncurkan pagi tadi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu untuk mendukung kegiatan pendidikan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Moh Arif Lamakarate yang dihubungi di Palu, Sulawesi Tengah, Senin.

Setelah diluncurkan, bus sekolah efektif beroperasi mulai Selasa (4/1), di mana dalam layanan ini Pemkot Palu telah menetapkan trayek atau jalur perlintasan armada tersebut.

Tahap awal, Pemkot Palu memulai layanan transportasi bus sekolah dari warga yang tinggal di hunian tetap (huntap) korban bencana, diantaranya huntap di KelurahanTondo, Kecamatan Mantikulore, huntap di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, huntap di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, dan Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.

“Warga di kelurahan lain tetap dilayani, karena sudah ada jalur-jalur perlintasan, baik di pinggiran maupun dalam kota. Artinya kehadiran bus sekolah diharapkan dapat mengurangi beban biaya transportasi,” katanya.

Ia menjelaskan, armada transportasi khusus angkutan sekolah beroperasi di jam sekolah selama enam hari berturut-turut di mulai hari Senin sampai Sabtu dengan layanan gratis.

Sebagaimana visi dan misi pemerintah setempat, membangun Kota Palu yang mandiri, aman dan nyaman, tangguh serta profesional dalam konteks pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan keagamaan.

“Pemkot sudah berhitung, dengan hadirnya armada khusus sekolah dapat menghemat pengeluaran kurang lebih Rp1,4 triliun per tahun,” katanya.

Lebih lanjut di jelaskannya, dari sembilan armada disiapkan pemerintah setempat, tujuh diantaranya beroperasi, sedangkan dua unit lainnya dicadangkan untuk mengantisipasi hal-hal yang sifatnya urgensi di lapangan.

Selain itu, pembiayaan operasional dan pemeliharaan armada ditanggulangi Pemkot Palu melalui Dinas Perhubungan setempat.

“Diharapkan dengan layanan ini siswa-siswi lebih antusias memanfaatkan transportasi khusus serta lebih bersemangat ke sekolah,” demikian Moh Arif Lamakarate.(Ant)