Pemkot Palu Tetapkan 7 Agustus Sebagai Hari Sadar Bersih Palu

Palu – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah menetapkan 7 Agustus sebagai Hari Sadar Bersih Palu dalam rangka menuju “Palu Mantap Bergerak”.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Kamis, mengatakan sudah sepatutnya Palu sebagai ibu kota provinsi bebas dari sampah.

Oleh karena itu, gerakan tersebut, salah satu bagian upaya pemkot mengajak warga agar semakin sadar terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

“Pada tanggal itu juga, secara serentak mulai dari pemerintah, TNI, Polri, pihak swasta, pemangku kepentingan hingga masyarakat turun membersihkan lingkungan masing-masing sekaligus peluncurannya agar Kota Palu semakin indah dan asri,” ujarnya.

Ia memaparkan gerakan tersebut akan dibakukan Pemkot Palu, sedangkan setiap tahun menjadi peringatan Hari Sadar Bersih.

“Kami pemerintah berkomitmen atas hal ini, karena kebersihan itu penting bagi sebuah kota dan manfaatnya tentu dirasakan khalayak luas,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Palu merencanakan pada 2022 memberikan penghargaan kepada kelurahan terbaik dalam pengelolaan kebersihan sebesar Rp1 miliar untuk terbaik pertama, Rp600 juta terbaik kedua, dan Rp400 juta terbaik ketiga, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota itu.

Penghargaan itu, katanya, sebagai stimulus kepada pemerintah kelurahan agar lebih giat dan optimal mempertahankan kebersihan lingkungan, bahkan meningkatkan kebersihan masing-masing wilayah.

“Bukan berarti hanya di momen 7 Agustus baru membersihkan lingkungan. Tanggal hanya sebagai simbol, kegiatan bersih-bersih tetap berjalan setiap hari, baik di ingkungan keluarga, masyarakat, hingga lingkungan kota, karena kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” kata dia.

Dia mengharapkan ajakan itu mendorong warga Palu semakin mantap menjaga kebersihan lingkungan masing-masing menjadi terlihat rapi dan indah serta tidak terkesan kumuh.

Dia menjelaskan Hari Sadar Bersih juga bagian dari upaya pemkot memerangi penyakit, termasuk COVID-19, melalui aksi bersih-bersih lingkungan.

Selain itu, kata dia, salah satu bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penularan penyakit, selain taat menjalankan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Untuk mencapai kota ini bersih dari wabah penyakit dan nyaman serta aman dikunjungi orang, semuanya kembali kepada kita sebagai warga Palu. Saya kira tanpa ada gotong royong yang terjalin sulit mewujudkan Palu bersih, maka dari itu pemerintah, para pihak, hingga masyarakat harus saling merangkul dan mendukung satu sama lain,” demikian Hadianto. (Ant)