Palu – Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah mulai mendata jumlah petani ekonomi menengah ke bawah atau kategori miskin, untuk diberikan asuransi sebagai bentuk perlindungan terhadap petani dalam bertani.
“Iya, mulai tahun ini asuransi itu akan kami berikan,” kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, di Palu, Kamis.
Samuel mengatakan sebagian besar masyarakat Sigi bergantung penuh pada sektor pertanian, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“52 persen atau sebagian besar masyarakat bergantung pada sektor pertanian,” ujarnya.
Dari jumlah itu, sebagian petani tidak termasuk sebagai masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, Pemkab Sigi akan melakukan pendataan terhadap petani yang masuk kategori miskin.
Setelah didata, Samuel menjelaskan, petani ekonomi menengah ke bawah, akan didaftarkan dalam program asuransi, yang preminya ditanggulangi oleh Pemkab Sigi.
“Sumber pembiayaan asuransi petani dari APBD Sigi,” katanya.
Asuransi petani merupakan salah satu program prioritas nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Karena itu, pemerintah telah menanggulangi premi asuransi senilai Rp144.000 dari total nilai premi senilai Rp180.000.
“Rp144 ribu sudah ditanggulangi pemerintah lewat APBN, maka tersisa Rp36 ribu. Nah, Rp36 ribu itu yang ditanggulangi oleh APBD Sigi per musim tanam,” ungkapnya.
Samuel mengatakan, hal itu sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada petani atau masyarakat menengah ke bawah.
“Masyarakat kami yang berada di pelosok desa, sulit ke kota hanya untuk mendapat fasilitas asuransi. Maka, pemerintah daerah mengintervensi langsung hal ini, sehingga masyarakat di pelosok tidak perlu lagi ke kota untuk mendaftar menjadi peserta, namun tetap memiliki ausransi yang dapat dipergunakannya se waktu-waktu sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Saat ini, akui dia, Pemkab Sigi belum menentukan perusahaan asuransi apa yang akan menjadi mitra pemerintah daerah. Pemkab Sigi akan menentukan bila telah selesai melakukan pendataan.(Ant)





