Balitbangda Kota Palu Kerahkan 92 Petugas Survei Potensi Sumber Daya

Palu – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) Kota Palu mengerahkan kurang lebih 92 petugas untuk melakukan survei potensi sumber daya yang dimiliki Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah guna memudahkan intervensi kebijakan.

“Survei ini sebagai upaya untuk mengetahui kondisi terkini Kota Palu secara keseluruhan agar pemerintah daerah memiliki data akurat dalam mengintervensi setiap program menyasar masyarakat,” kata Kepala Badan Litbangda Kota Palu Amiruddin usai melepas petugas enumerator itu di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan survei dilakukan petugas mirip seperti sensus, yang mana tugas mereka mendatangi rumah ke rumah mendata kondisi sosial, ekonomi, mata pencaharian, pendidikan, kesehatan maupun sarana dan prasarana rumah tangga maupun usaha serta potensi lainnya.

Oleh karena itu, pendataan dilakukan tim survei lapangan benar-benar komplit, sehingga Pemkot Palu lebih mudah melakukan pemetaan, dan data-data tersebut nantinya akan dibagikan ke masing-masing instansi.

“Dalam survei ini kami juga menggunakan tim ahli dari akademisi. Dan data-data hasil survei oleh petugas enumerator langsung terkoneksi dengan kami sehingga bisa terpantau secara jelas,” ujar Amiruddin.

Ia memaparkan data sementara kepala keluarga (KK) sasaran survei kurang lebih 119 ribu, namun tidak menutup kemungkinan di lapangan data tersebut berkembang.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) Kota Palu, Amiruddin. ANTARA/Moh RidwanWali Kota Palu Hadianto Rasyid mengemukakan, survei dilakukan pemerintah kota dilaksanakan secara komplit, sehingga tergambar data-data esensial secara gamblang tergambar.

“Tingkat kemiskinan misalnya, hasil survei ini dijadikan sebagai acuan, siapa-siapa saja warga tergolong tidak mampu, lokasinya di kelurahan mana dan apa yang melatarbelakangi. Sampai sedetil itu data yang dihasilkan nanti dan lebih objektif,” kata Hadianto.

Lebih lanjut ia menjelaskan data-data tersaji melalui enumerator selanjutnya terkoneksi dengan program kota cerdas sebagai salah satu program prioritas Pemkot Palu.

“Ditargetkan survei ini berlangsung selama tiga bulan ke depan. Dan semua hasil pendataan terpetakan sesuai titik koordinat. Kami sudah memperhitungkan ‘margin error’ tidak terlalu besar,” demikian Hadianto.(Ant)