Parigi Moutong – Yayasan Agri Sustineri (Yasi) melaksanakan program Pancer Tani di wilayah Sulawesi Tengah. Program tersebut menyasar ratusan petani muda di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso.
“Pancer Tani akan menyasar dalam 500 wirausahawan muda di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, seperti Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, dan Poso,” ungkap Teddy Tambu, Ketua YASI, di Kabupaten Parigi Moutong, Selasa.
Menurutnya, Pancer Tani merupakan program yang menciptakan nilai tambah bagi petani kecil melalui inovasi pertanian dan aktivasi rantai nilai, yang berfokus pada bisnis jasa pertanian. Program ini akan memprioritaskan wanita dan pria yang berumur di bawah 37 tahun.
“Mereka akan didampingi dalam memulai dan menjalankan usahanya selama 2 tahun,” sebutnya.
Pancer Tani adalah pengembangan model bisnis berkelanjutan usaha jasa pertanian di pedesaan. Hal ini guna menghubungkan petani kecil ke pasar dan meningkatkan pendapatan petani kecil di Indonesia melalui bimbingan dan pendampingan langsung melalui petugas lapangan.
Beberapa sektor usaha jasa Pancer Tani seperti, Jual Beli Hasil Bumi, Persemaian Benih Unggul, Kios Tani, Mekanisasi Pertanian mulai Persiapan Lahan, Penanaman Padi, Pemanenan, dan Paska Panen, Produksi Pupuk Organik, dan Kontrak Tani.
“Manfaat yang didapatkan tidak saja keuntungan bagi pemilik Pancer Tani dengan pelatihan, pendampingan usaha, akses modal dan akses pengembangan pasar, literasi keuangan, dan pengenalan teknologi digitalisasi, namun juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan di wilayahnya serta meningkatkan ekonomi pedesaan dan ketahanan pangan serta peluang pekerjaan dan regenerasi petani,” tambahnya.
Program tersebut dimulai dari Kabupaten Parigi Moutong, dengan melakukan penandatanganan Kerja Sama dengan Koperasi Konsumen Merte Budi Luhur dan Yayasan Titian Budi Luhur.
Penandatanganan tersebut dilakukan di kantor Pusat Koperasi Konsumen Merta Budi Luhur di Desa Sumbersari, Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (5/07).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Parigi Moutong Sofiana Fn. Pandean, dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Hadi Safyan.
Kepala Dinas Koperasi Parigi Moutong Sofiana Fn. Pandean mengapresiasi apa yang telah dilakukan YASI. Ia sangat tertarik bahkan, antusias untuk mengenalkan pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi UMKM.
“Hal itu karena YASI memberikan pelatihan rencana usaha dan financial literacy,” sebutnya.
YASI adalah sebuah yayasan yang berdomisili di Jakarta dan terdaftar di Menkumham. Yayasan ini bergerak di bidang kemanusiaan dan sosial, yang utamanya fokus mempromosikan pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan, sumber daya, dan keamanan pangan bagi petani kecil dan masyarakat pedesaan di Indonesia.
YASI fokus pada lingkup pertanian dengan program-program seperti pemberdayaan usaha petani atau Pancer Tani, pengembangan dan pengenalan Asuransi Pertanian melalui program Dana Pandan (Pertanian Aman dan Berkelanjutan) serta program Teknologi Benih yang berupaya mengenalkan benih varietas baru dan berkualitas baik serta terjangkau bagi petani.
Aktifitas YASI terdapat di Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT dan Sulawesi Tengah. (Ant)





