Pemkab Sigi perkuat sektor pertanian antisipasi lonjakan harga pangan

Sigi, Sulawesi Tengah – Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pangan, khususnya bahan pokok di daerah tersebut.

Bupati Sigi Mohamad Irwan, di Sigi, Senin, mengemukakan kenaikan harga beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) akan memberikan dampak signifikan terhadap semua sektor, termasuk sektor pangan.

“Maka bentuk intervensi dan antisipasi yang dilakukan oleh Pemkab Sigi yaitu penguatan pada sektor pertanian dan sub sektornya meliputi perikanan, perkebunan, peternakan, termasuk penguatan UMKM,” ucap Irwan.

Ia mengatakan intervensi itu meliputi penguatan infrastruktur jaringan irigasi pertanian di antaranya meliputi restorasi lahan persawahan dan lahan potensial lainnya, pemeliharaan dan pembangunan jaringan irigasi primer dan sekunder.

Di samping itu, pemberian bantuan alat mesin pertanian untuk kelompok tani dan gabungan kelompok tani, termasuk benih dan pupuk.

“Selain itu, untuk biaya produksi kami menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani, peternak, pekebun dan pelaku UMKM,” ungkapnya.

Irwan juga mengatakan pendekatan lain yang dilakukan oleh Pemkab Sigi adalah implementasi konsep food estate di lahan seluas 1.000 hektare yang dalam teknis pelaksanaannya melibatkan petani.

“Dengan demikian diharapkan kebutuhan pangan tercukupi, distribusi ke pasar juga tidak terlalu jauh, sehingga harga pangan tidak melonjak tinggi,” ungkapnya.

Meski demikian, Irwan tidak memungkiri bahwa harga pangan kemungkinan akan naik seiring naiknya BBM. Akan tetapi, kata dia, kenaikan itu harus memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi petani, pekebun, pelaku UMKM, dan peternak.

“Sehingga ada timbal balik. Nah, ini yang dipikirkan dan disiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, kenaikan BBM telah dihitung secara cermat oleh pemerintah pusat, sehingga Presiden berani mengambil keputusan menaikkan BBM.

“Tentu Pemkab Sigi mendukung hal ini, untuk pangan kemungkinan besar tidak memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat di Sigi. Karena, Sigi adalah daerah sumber pangan,” kata dia. (Ant)