Gubernur Sulteng Puji Warga Indonesia Tionghoa di Sulteng

Palu, – Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola mengatakan bahwa warga Tionghoa sudah menjadi bagian dari entitas Sulawesi Tengah karena sifat warganya yang cepat menyesuaikan diri dan tidak pernah berselisih paham dengan etnik lain.

“Mari terus tingkatkan kebersamaan dan persaudaraan antaretnis karena kami sangat mengharapkan etnis Tionghoa ikut memajukan Sulawesi Tengah,” katanya dalam sambutan pada perigatan Tahun Baru Imlek di Cafe Kalora Palu, Minggu malam.

Perayaan Imlek yang berlangsung meriah dengan penampilan kebudayaan khas Tionghoa seperti atraksi Barongsai itu diselenggarakan paguyuban Indonesia Tionghoa (INTI) Sulteng.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPRD Sulteng Nilam Sari Lawira, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate, Wakil Bupati Sigi Paulina, mantan Wali Kota Palu dua periode Rusdi Mastura, Ketua MUI Palu Prof. Dr. Zainal Abidin Ishak, M.Ag, dan Sekjen INTI Pusat.

Gubernur berharap perayaan imlek kali ini membawa berkah bagi Provinsi Sulteng sehingga masyarakat semakin rukun dan sejahtera.

Baca juga: Perayaan Imlek di Palu momentum silaturahmi pascabencana
Baca juga: MUI Palu Minta Penganut Agama Sukseskan Imlek

Tahun Baru China atau Imlek, kata gubernur, bukanlah perayaan keagamaan tetapi menjadi perayaan kebudayaan yang bisa dinikmati semua kalangan.

Ketua INTI Sulteng Rudy Wijaya menyampaikan bahwa organisasi INTI didirikan sebagai wadah warga Tionghoa untuk berkontribusi. bagi pembangunan daerah dan masyarakat

“INTI tidak eksklusif sehingga etnik apapun bisa ikut gabung di dalamnya,” ujarnya.

Adapun kontribusi INTI bagi peningkatan SDM adalah lewat pengiriman putra-putri berprestasi melanjutkan pendidikan ke negeri Tirai Bambu, China.

Meski dari beberapa peserta ada yang terpaksa kembali ke tanah air karena merebaknya virus corona tapi organisasi INTI tetap berkomunikasi dengan mahasiswa Sulteng yang masih bertahan di sana. (Ant)