Palu – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Anjenkris meminta maaf usai dirinya mengkritik kebijakan pimpinannya sendiri yang tidak lain Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah Hadianto Rasyid karena karena persoalan pasar modern Bambaru.
“Setelah kejadian hari Jumat 6 April 2022 saya menunggu kedatangan beliau (wali kota) di Palu karena masih perjalanan dinas. Hari ini sekitar Pukul 09.20 WITA saya menemui wali kota meminta maaf atas kata-kata yang saya sampaikan saat itu,” kata Ajenkris ditemui di Palu, Rabu (13/4) mengklarifikasi apa pernyataannya.
Ia menyadari, kritikan pedas kepada pimpinannya tidak seharusnya terjadi. Karena saat itu terbawa emosi, pernyataan yang tidak sepantasnya di ucapkan di depan publik mengenai gaya kepemimpinan Hadianto yang katanya suka marah-marah mengambil keputusan.
Atas dasar itu, ia lalu secara sadar harus meminta maaf kepada wali kota dan masyarakat Kota Palu, apalagi jabatan melekat pada dirinya sebagai kepala instansi yang tidak lain adalah aparat pemerintah.
“Dari pertemuan saya dan wali kota, justru pak wali tidak ada mengeluarkan kata-kata yang membalas, terlepas ini di Bulan Ramadhan. Dari situ, saya jadikan pelajaran bahwa betapa seorang pemimpin sudah dikritik bawahannya masih menunjukkan sikap rendah hati, saya sangat tersentuh atas sikap wali kota dan beliau sudah memaafkan saya,” tutur Ajenkris.
Menurut dia, dari insiden itu seorang kepala daerah menunjukkan sikap murah hati, karena empat hari setelah kejadian, justru wali kota tidak memberikan tanggapan atas kritik tersebut.
Bahkan dari pertemuan keduanya, justru wali kota meminta kepada Ajenkris bekerja sesuai bidang masing-masing dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
“Saya siap menerima konsekuensi atas ucapan saya sebelumnya. Saya juga meminta maaf kepada Wakil Wali Kota Palu, Kepala Inspektorat, termasuk kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palu, termasuk permohonan maaf kepada Gubernur Sulteng,” ucap Anjenkris.
Sebelumnya, Ajenkris mengkritik tajam kebijakan Wali Kota Palu soal pengelolaan Pasar Bambaru. bahkan, ia menyerahkan akan menandatangani surat pengelolaan pasar tersebut kepada wali kota.
“Setelah kami bertemu, pengelolaan Pasar Bambaru yang kini menjadi maskot baru Kota Palu tetap di pegang Perindag sebagai mana arahan wali kota sambil menunggu ke depan apakah di kelola pihak ketiga atau Perusahaan Daerah (Perusda),” demikian Ajenkris. (Ant)





