Palu – Pemerintah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, menargetkan pekan ini capaian vaksinasi terhadap kelompok warga lanjut usia (lansia) berada di angka 60 persen dalam rangka mewujudkan percepatan program penanganan COVID-19.
“Data sementara dilaporkan Dinas Kesehatan, capaian vaksinasi lansia berada di posisi 46 persen dosis pertama dan dosis kedua di angka 30 persen lebih,” kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Kamis.
Guna mengejar keterpenuhan target, ia menginstruksikan Dinas Kesehatan sebagai instansi teknis agar melakukan percepatan dengan melibatkan Puskesmas sebagai ujung tombak, termasuk bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan menggenjot vaksinasi.
Oleh karena itu, di pekan ini capaian vaksinasi lansia harus berada di angka 60 persen pada dosis satu dengan target per hari setiap kelurahan 25 jiwa.
“Bila pekan ini target itu bisa tercapai, maka peluang membuka pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah secara full lebih terbuka, karena salah satu syarat melaksanakan PTM 100 persen minimal vaksinasi terhadap lansia berada di angka 50 persen,” papar Hadianto.
Oleh karenanya, guna mewujudkan percepatan penanganan COVID-19 lewat vaksinasi, maka dibutuhkan partisipasi dan dukungan para pihak, terlebih masyarakat sebagai sasaran.
Bila tidak terjalin kebersamaan dan keikutsertaan dalam program ini, sulit bagi pemerintah setempat mewujudkan realisasi yang sudah ditargetkan.
Wali kota mengemukakan, laporan terkini capaian vaksinasi Kota Palu sudah berada di angka 91 persen dosis pertama, dan pencapaian dosis kedua di angka 60 persen.
“Artinya, kita sudah dekat dengan apa yang menjadi harapan Presiden membentuk kekebalan secara komunal atau herd immunity.
Karena saat ini daerah baru bisa memenuhi target vaksinasi, belum masuk pada ranah kekebalan imunitas secara menyeluruh,” ungkap Hadianto.
Ia menambahkan, secara garis besar target sasaran vaksinasi Kota Palu sebanyak 265.462 jiwa, terdiri dari target tenaga kesehatan 5.595 jiwa, pelayan publik 29.893 jiwa, kelompok lanjut usia 21.459 jiwa, masyarakat umum dan masyarakat rentan 172.233 jiwa, serta remaja 36.282 jiwa.
“Selain vaksinasi, protokol kesehatan hingga kini wajib dipedomani. Begitu pun kegiatan 3T (testing, tracing dan treatmen) harus tetap berjalan supaya potensi penularan COVID-19 terdeteksi cepat dan akurat agar terminimalisir,” demikian Hadianto.(Ant)





